Sabtu, 12 Desember 2015

KYODO HATSUGEN ACADEMY chapter 25

KYODO HATSUGEN ACADEMY
CHAPTER 25  : Kurasa… ini adalah pilihan yang tepat…
A  VOCALOID  FANFICTION
AUTHOR  : ANGELIA GIGI
GENRE  : FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA  : ALL VOCALOID
RATE  :  T
LENGTH  :  CHAPTERED
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA  :

            Pertunjukan berjalan dengan sempurna. Miku dan Rinto merasa sangat puas. Akan tetapi… karena insiden jatuh itu, sebuah perasaan aneh muncul di dalam hati Miku. Perasaan yang tak mampu lagi Miku tahan, yaitu perasaan… Jatuh cinta.

.
.
.

                        AUTHOR  : Angelia Gigi
                                             DISCLAIMER  :
                                    VOCALOID © YAMAHA CORP
                                    KYODO HATSUGEN ACADEMY

.
.
.

“A… apa? Maaf aku tidak dengar apa yang kau ucapkan tadi, tolong ulangi sekali lagi.” Pinta Rinto sambil mendekatkan telinganya pada Miku. Aura gelap mulai mengelilingi Miku, ‘grrr… orang ini! Sudah kukatakan dengan susah payah tapi dia malah tidak mendengarnya… dasar!’ batin Miku kesal. “tolong ulangi sekali lagi, ayo bisikan di telingaku.” Mohon Rinto sambil mendekatkan telinganya pada Miku.

Miku yang kesal pun menarik telinga Rinto, “KAU ITU ORANG YANG SANGAT MENYEBALKAN!!!” teriak Miku di telinga Rinto. “adududuh… sakit!” keluh Rinto sambil memegang telinganya. “aku benci padamu! Benci! Benci!” seru Miku dan langsung berlari meninggalkan Rinto sendirian.

“Miku!”

Terdengar panggilan Rinto dari kejauhan. Tetapi Miku tak memperdulikannya dan terus berlari meninggalkan Rinto yang diam membeku.

“maaf Miku, aku benar – benar tak mendengar apa yang kau katakan tadi.”

.
.
.

“argh…! Menyebalkan! Menyebalkan! Dasar gak peka! Benci! Benci!” rutuk Miku kesal sambil berjongkok dan menarik – narik rambutnya frustasi. Miku kini sedang berada di balik pohon natal, meringkuk seperti kucing di situ.

ZRAK

Miku terkaget saat melihat Rin dan Rinto berjalan ke arahnya. Dengan sesegera mungkin, Miku pun mundur beberapa langkah.

“Rin, tunggu… tolong dengarkan aku.” Rinto terlihat menahan tangan Rin. “ada apa? Tolong katakan dengan cepat, aku harus pergi.” Ucap Rin sambil melepaskan tangan Rinto.

“ngg… begini, aku ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Rinto serius, terlihat semburat merah mulai menghiasi pipinya.
“A… aku suka padamu.”

TES…

Setitik air mata mengalir di pipi Miku. ‘A… apa?!’

Rin terlihat terkejut dengan pengakuan Rinto itu, “Rinto… sejak kapan?”

Miku menutup telinganya dan menggelengkan kepalanya kuat, ‘kumohon… jangan jawab itu Rinto! Aku tidak mau mendengarnya!’ batin Miku. Air mata mengalir semakin banyak di pipi Miku.

“sejak kita datang pertama kali di sini. Jadi… kau mau jadi pacarku?”

Miku menggelengkan kepalanya dan terus memohon, ‘kumohon Rin, kumohon, tolak dia, kumohon.’

“a… aku mau.”

DEG…

Miku tak tahan lagi. Secepat kilat, Miku pun berlari meninggalkan tempat itu dan terus berlari.

BLAK

Miku membuka pintu perpustakaan dengan kasar. “huhuhuhu… hiks… hiks…” Miku mulai menangis tersedu di dalam perpustakaan sambil memeluk lututnya dan bersandar di salah satu rak buku. Perpustakaan yang sepi dan gelap itu dipenuhi oleh suara tangisan Miku. “hiks… kenapa? Hiks… cinta ini… hiks… cinta pertama ini harus kuapakan?... hiks…” Miku menangis tersedu sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.

“Miku?”

Miku segera mengangkat kepalanya saat  mendengar ada yang memanggilnya. “Ka… Kaito, kenapa kau ada di sini?” Miku segera menghapus air matanya dan berdiri. “kenapa kau menangis di sini?” tanya Kaito khawatir, Kaito pun segera mendekati Miku dan menghapus air mata Miku. Miku mendorong Kaito pelan, “aku gak apa – apa kok! Lihat nih, aku tersenyum kan!” seru Miku sambil memperlihatkan senyum terbaiknya.

“kau memang bisa membohongi orang lain dengan senyum itu, tapi tidak denganku,” ucap Kaito sambil memegang kedua pipi Miku “jangan tahan itu, keluarkanlah.” Miku tak mampu menahan air matanya lagi, “Huaaaaaaaaa… aku benci dia!!”

Kaito pun memeluk Miku erat. “katakan padaku apa yang terjadi.” Pinta Kaito lembut sembari menepuk punggung Miku pelan. “hiks… hiks… aku… aku menyukai Rinto… hiks… hiks… tapi… hiks tadi aku melihat… Rinto… hiks…. Menyatakan cintanya pada… Rin… Huaaaa… cinta pertama ini… harus kuapakan? Hiks…” tangis Miku sambil memeluk Kaito erat.

Kaito melepaskan pelukanya pada Miku, “hei… tatap mataku.” Pinta Kaito. Miku pun menengadahkan kepalanya dan menatap mata Kaito, “lupakan saja si kuning itu, pilih saja aku. Aku akan menjagamu, membuatmu bahagia di setiap saat, membuatmu selalu tertawa dan hati ini… hati ini, semua bagian diriku adalah milikmu.” Ujar Kaito sambil menghapus air mata Miku.

“ku… kurasa ini bukan waktu yang…”

Kaito segera menutup mulut Miku. “Miku Hatsune, aku benar – benar jatuh cinta padamu.”

DEG… DEG… DEG…

Miku terdiam sejenak, pikirannya melayang, perkataan Kaito tadi mampu membuat dirinya membeku. “Miku, apa jawabanmu?” tanya Kaito mengagetkan Miku.

“hei, kau berjanji takkan membuat diriku menangis, sedih dan marah?” tanya Miku sambil memegang tangan Kaito. Kaito tersenyum pasti, “tentu saja.” Miku tersenyum kecil, “dan kau berjanji hanya akan membuatku tertawa, tersenyum dan selalu jatuh cinta padamu?”

Kaito tersenyum kecil, “tentu, untukmu Ohime – sama.”

Miku memegangi dadanya yang berdebar, ‘kurasa ini… adalah pilihan yang tepat.’

“kalau begitu… aku mau jadi pacarmu…”

BERSAMBUNG

A/N  :
           

FUUUUAAAAAH… akhirnya Gigi dapat bernafas lega, chapter 25 beres!! Tapi, semakin kesini ceritanya semakin rumit, Gigi sering kali gak dapet ide, jadi maaf kalo ceritanya sering tersendat – sendat. Gigi sangat membutuhkan kritik dan saran, so… comment please^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar