KYODO HATSUGEN
ACADEMY
CHAPTER 25 : Kurasa… ini adalah pilihan yang tepat…
A
VOCALOID FANFICTION
AUTHOR :
ANGELIA GIGI
GENRE :
FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA : ALL
VOCALOID
RATE : T
LENGTH :
CHAPTERED
.
.
.
CERITA
SEBELUMNYA :
Pertunjukan berjalan dengan
sempurna. Miku dan Rinto merasa sangat puas. Akan tetapi… karena insiden jatuh
itu, sebuah perasaan aneh muncul di dalam hati Miku. Perasaan yang tak mampu
lagi Miku tahan, yaitu perasaan… Jatuh cinta.
.
.
.
AUTHOR
: Angelia Gigi
DISCLAIMER :
VOCALOID © YAMAHA CORP
KYODO
HATSUGEN ACADEMY
.
.
.
“A…
apa? Maaf aku tidak dengar apa yang kau ucapkan tadi, tolong ulangi sekali
lagi.” Pinta Rinto sambil mendekatkan telinganya pada Miku. Aura gelap mulai
mengelilingi Miku, ‘grrr… orang ini! Sudah kukatakan dengan susah payah tapi
dia malah tidak mendengarnya… dasar!’ batin Miku kesal. “tolong ulangi sekali lagi,
ayo bisikan di telingaku.” Mohon Rinto sambil mendekatkan telinganya pada Miku.
Miku
yang kesal pun menarik telinga Rinto, “KAU ITU ORANG YANG SANGAT
MENYEBALKAN!!!” teriak Miku di telinga Rinto. “adududuh… sakit!” keluh Rinto
sambil memegang telinganya. “aku benci padamu! Benci! Benci!” seru Miku dan
langsung berlari meninggalkan Rinto sendirian.
“Miku!”
Terdengar
panggilan Rinto dari kejauhan. Tetapi Miku tak memperdulikannya dan terus
berlari meninggalkan Rinto yang diam membeku.
“maaf
Miku, aku benar – benar tak mendengar apa yang kau katakan tadi.”
.
.
.
“argh…!
Menyebalkan! Menyebalkan! Dasar gak peka! Benci! Benci!” rutuk Miku kesal
sambil berjongkok dan menarik – narik rambutnya frustasi. Miku kini sedang
berada di balik pohon natal, meringkuk seperti kucing di situ.
ZRAK
Miku
terkaget saat melihat Rin dan Rinto berjalan ke arahnya. Dengan sesegera
mungkin, Miku pun mundur beberapa langkah.
“Rin,
tunggu… tolong dengarkan aku.” Rinto terlihat menahan tangan Rin. “ada apa?
Tolong katakan dengan cepat, aku harus pergi.” Ucap Rin sambil melepaskan
tangan Rinto.
“ngg…
begini, aku ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Rinto serius, terlihat semburat
merah mulai menghiasi pipinya.
“A…
aku suka padamu.”
TES…
Setitik
air mata mengalir di pipi Miku. ‘A… apa?!’
Rin
terlihat terkejut dengan pengakuan Rinto itu, “Rinto… sejak kapan?”
Miku
menutup telinganya dan menggelengkan kepalanya kuat, ‘kumohon… jangan jawab itu
Rinto! Aku tidak mau mendengarnya!’ batin Miku. Air mata mengalir semakin
banyak di pipi Miku.
“sejak
kita datang pertama kali di sini. Jadi… kau mau jadi pacarku?”
Miku
menggelengkan kepalanya dan terus memohon, ‘kumohon Rin, kumohon, tolak dia,
kumohon.’
“a…
aku mau.”
DEG…
Miku
tak tahan lagi. Secepat kilat, Miku pun berlari meninggalkan tempat itu dan
terus berlari.
BLAK
Miku
membuka pintu perpustakaan dengan kasar. “huhuhuhu… hiks… hiks…” Miku mulai
menangis tersedu di dalam perpustakaan sambil memeluk lututnya dan bersandar di
salah satu rak buku. Perpustakaan yang sepi dan gelap itu dipenuhi oleh suara
tangisan Miku. “hiks… kenapa? Hiks… cinta ini… hiks… cinta pertama ini harus
kuapakan?... hiks…” Miku menangis tersedu sembari memegangi dadanya yang terasa
sesak.
“Miku?”
Miku
segera mengangkat kepalanya saat
mendengar ada yang memanggilnya. “Ka… Kaito, kenapa kau ada di sini?” Miku
segera menghapus air matanya dan berdiri. “kenapa kau menangis di sini?” tanya
Kaito khawatir, Kaito pun segera mendekati Miku dan menghapus air mata Miku.
Miku mendorong Kaito pelan, “aku gak apa – apa kok! Lihat nih, aku tersenyum
kan!” seru Miku sambil memperlihatkan senyum terbaiknya.
“kau
memang bisa membohongi orang lain dengan senyum itu, tapi tidak denganku,” ucap
Kaito sambil memegang kedua pipi Miku “jangan tahan itu, keluarkanlah.” Miku
tak mampu menahan air matanya lagi, “Huaaaaaaaaa… aku benci dia!!”
Kaito
pun memeluk Miku erat. “katakan padaku apa yang terjadi.” Pinta Kaito lembut
sembari menepuk punggung Miku pelan. “hiks… hiks… aku… aku menyukai Rinto…
hiks… hiks… tapi… hiks tadi aku melihat… Rinto… hiks…. Menyatakan cintanya
pada… Rin… Huaaaa… cinta pertama ini… harus kuapakan? Hiks…” tangis Miku sambil
memeluk Kaito erat.
Kaito
melepaskan pelukanya pada Miku, “hei… tatap mataku.” Pinta Kaito. Miku pun
menengadahkan kepalanya dan menatap mata Kaito, “lupakan saja si kuning itu,
pilih saja aku. Aku akan menjagamu, membuatmu bahagia di setiap saat, membuatmu
selalu tertawa dan hati ini… hati ini, semua bagian diriku adalah milikmu.”
Ujar Kaito sambil menghapus air mata Miku.
“ku…
kurasa ini bukan waktu yang…”
Kaito
segera menutup mulut Miku. “Miku Hatsune, aku benar – benar jatuh cinta
padamu.”
DEG… DEG…
DEG…
Miku
terdiam sejenak, pikirannya melayang, perkataan Kaito tadi mampu membuat
dirinya membeku. “Miku, apa jawabanmu?” tanya Kaito mengagetkan Miku.
“hei,
kau berjanji takkan membuat diriku menangis, sedih dan marah?” tanya Miku
sambil memegang tangan Kaito. Kaito tersenyum pasti, “tentu saja.” Miku
tersenyum kecil, “dan kau berjanji hanya akan membuatku tertawa, tersenyum dan
selalu jatuh cinta padamu?”
Kaito
tersenyum kecil, “tentu, untukmu Ohime – sama.”
Miku
memegangi dadanya yang berdebar, ‘kurasa ini… adalah pilihan yang tepat.’
“kalau
begitu… aku mau jadi pacarmu…”
BERSAMBUNG
A/N :
FUUUUAAAAAH…
akhirnya Gigi dapat bernafas lega, chapter 25 beres!! Tapi, semakin kesini
ceritanya semakin rumit, Gigi sering kali gak dapet ide, jadi maaf kalo
ceritanya sering tersendat – sendat. Gigi sangat membutuhkan kritik dan saran,
so… comment please^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar