Sabtu, 12 Desember 2015

KYODO HATSUGEN ACADEMY chapter 26

KYODO HATSUGEN ACADEMY
CHAPTER 26  : New Relationship!!
A  VOCALOID  FANFICTION
AUTHOR  : ANGELIA GIGI
GENRE  : FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA  : ALL VOCALOID
RATE  :  T
LENGTH  :  CHAPTERED
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA  :

            Rinto aawalnya tidak mendengar pernyataaann cinta Miku dan membuat Miku kesal dan lari meninggalkannya. Tapi sialnya, saat itu juga dia melihat Rinto menyatakan cintanya pada Rin. Akan tetapi, saat menangis di perpustakaan, Miku malah bertemu Kaito yang menyatakan cintanya. Miku pun segera menerimanya. Dan terjalinlah sebuah hubungan baru di antara mereka. Tetapi… Miku merasa hatinya masih terasa berat dan masih terlalu sakit untuk menerima keadaan ini.

.
.
.

                        AUTHOR  : Angelia Gigi
                                             DISCLAIMER  :
                                    VOCALOID © YAMAHA CORP
                                    KYODO HATSUGEN ACADEMY

.
.
.

CUIT… CUIT… CUIT…

KLIP…

Miku membuka matanya sambil menguap lebar, “hoaaam… dimana ini?” tanya Miku entah pada siapa. Miku melihat sekelilingnya dengan tatapan heran. ‘kamar ini auh berbeda dengan punyaku, warna kamarku bukan warna hijau, tapi warna kamar ini hijau dan banyak poster bintang rocker, dan tak ada Omu di sampingku, selimut ini juga warnanya hijau… aku ada di mana sekarang?!’ batin Miku panik.

CKLEK

Terdengar bunyi pintu yang terbuka. Miku segera duduk dan melihat siapa yang keluar dari pintu itu. “Ka… Kaito!!” seru Miku sambil menunjuk Kaito dengan wajah aneh, seakan Kaito adalah seorang perampok. “ada apa? Kenapa kau menunjukku begitu?” tanya Kaito santai, dia membawakan sarapan pagi untuk Miku di sebuah nampan, nampan itu berisi dua buah onigiri dan segelas teh.

“aku ada di mana?” tanya Miku sambil meperhatikan Kaito. Kaito segera menaruh nampan itu di hadapan Miku dan duduk di samping Miku. “kau ada di kamarku.” Jawab Kaito santai. “oooh di kamarmu ya… tunggu… di kamarmu? Gyaaaaaaaaaaaaa…!!!” Miku menjerit saat mengetahui kalau kamar yang dia tiduri adalah kamar Kaito.

“kenapa kau berteriak? Memalukan.” Kaito menutup kedua telinganya rapat. “ha… habisnya ini kamarmu… aku… aku jadi malu.” Jelas Miku dengan wajah memerah. Kaito puntertawa sambil mengacak – acak rambut Miku, “hahaha… kamu ini apaan sih? Dasar, wajar kan, lagi pula aku kan pacarmu.” Wajah Miku memerah ketika Kaito mengatakan pacar.

“ugggh… kyaaaa~!” Miku berteriak dengan nyaring. Kaito menutup kedua telinganya, “uggh… kamu apaan sih?! Sedikit – sedikit teriak kayak monyet. Kenapa sih?” tanya Kaito dengan wajah sedikit sebal. “Ha… habisnya aku malu… kau tahu kan, kamu adalah pacar pertamaku, jadi… tolong jangan buat ini sulit bagiku… dan mohon bantuannya…” ujar Miku sambil menundukkan kepalanya dan menjulurkan tangannya ke arah Kaito.

SRET…

“hmp.” Miku terkejut saat Kaito tiba – tiba menariknya dan menenggelamkannya ke dalam pelukan Kaito. “Ka… Kaito?” Miku menengadahkan kepalanya dan menatap wajah Kaito. Ternyata wajah Kaito terlihat memerah, “aku… walaupun kau… bukan pacar pertamaku… tapi, aku juga benar – benar gugup sekarang… jadi aku juga, mohon bantuannya.”

Miku menundukkan kepalanya malu, “aku… bisa mendengar degup jantungmu.” Ucap Miku sambil memegang dada Kaito.

BLETAK

“bo… bodoh.” Ucap Kaito sambil menjitak pelan kepala Miku. Miku pun membalas pelukan Kaito, “aku benar – benar… menyukaimu.”

Kaito melepas pelukannya dan menatap Miku, “aku juga menyukaimu. Tapi kau harus mandi, ini sudah jam 08:00, kembalilah ke kamarmu lalu jam 10:00 nanti kita bertemu di taman sekolah, kau setuju?” tanya Kaito semangat. Miku pun membalasnya dengan anggukan bersemangat, “ya! Aku mau!”

“tapi… jika kau kembali ke kamarmu… Rinto…?” kini Kaito terlihat khawatir. “tenang saja, aku tak apa – apa! Tenanglah, kalau begitu aku pergi dulu.” Miku pun keluar dari kamar Kaito. Setelah berjalan beberapa menit, Miku pun sampai di depan kamarnya.

‘ugh… semoga Rinto tidak ada di dalam.’ Mohon Miku. Miku pun membuka pintu kamarnya dan…

CKLEK…

Dia melihat Rinto yang kini tengah terlelap. ‘ugh… doaku tidak terkabul.’ Batin Miku dongkol. Miku pun berjalan perlahan ke arah kamar mandi dan mengambil beberapa lembar baju. 10 menit kemudian, Miku pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju biru bergambar negi dan rok pendek selutut berwarna hijau.

Miku menatap Rinto dengan tatapan sinis, “cih… dasar pemalas.” decih Miku. Tiba – tiba sebuah ide melintas di kepalanya. “huihihihi… kau…” Miku segera melancarkan apa yang dipikirkan otaknya. Miku segera mengambil gulingnya dan berdiri di samping Rinto. “dasar gak peka! Ini dia balasan untukmu! Rasakan ini dasar bocah pemalas! HEEAAAA!” Miku pun mengayunkan gulingnya sekuat tenaga dan…

BRUAG!

“ARG… ITAI!!”

Guling itu tepat mengenai perut Rinto. “nyeh… nyeh… nyeh… dasar pemalas, cepat bangun! Kau kira ini jam berapa huh?!” tanya Miku dengan kasar. Rinto pun duduk dan menggosok matanya lalu menguap lebar, “hoaaam… ini jam 06:00 kan.” Jawab Rinto asal.

“jam 06:00 apaan? Ini sudah jam 08:00 tahu!” seru Miku sambil memukul kepala Rinto pelan. “apaan sih, Cuma jam 08:00 aja kok repot banget sih. Minggir sana, aku mau mandi.” Ujar Rinto sambil mengambil baju dan handuknya lalu berjalan ke kamar mandi.

Miku mendudukan dirinya dan memeluk gulingnya erat. Miku tak percaya, dia bisa bicara seperti biasa kepada Rinto. Miku pun terseyum lebar sambil menggosok air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Bukan air mata kesedihan, tapi air mata senang. “syukurlah… syukurlah…” air mata Miku pun berjatuhan membasahi gulingnya.

CKLEK…

Rinto pun keluar dari kamar mandi dan terlihat sangat terkejut saat melihat Miku menangis. Rinto pun segera berlari menghampiri Miku, “kau… kau kenapa? Siapa yang menyakitimu? Bilang saja! Akan kupukul orang itu!” seru Rinto sambil memasang kuda – kuda bertarung. “hihihi… kamu apaan sih? Aku menangis karena senang tahu.” Ucap Miku sambil menghapus air matanya.

“A… Apa?” Rinto terlihat heran. “aku menangis begini karena kamu!” seru Miku sambil menunjuk Rinto. Rinto mengangkat kedua tangannya, “Heh?! Kenapa aku? apa salahku?” tanya Rinto bertubi – tubi. Miku mendekat ke arah telinga Rinto dan berbisik,  “ra-ha-sia.”

Miku pun menjauh dan tersenyum penuh arti. “eeeh… Miku, kasih tahu dong. Kamu tahu kan kalo aku gak suka main rahasia – rahasiaan.” Ujar Rinto dengan pupy eyes. “ugh… tidak bisa! Aku tidak akan memberitahukanmu!” seru Miku sambil menutup kedua matanya, dia paling tidak tahan melihat pupy eyes Rinto.

Rinto pun cemberut dan mendudukan dirinya di samping Miku, “kau pelit! Ao ya, Miku dengar deh! Aku dan Rin sudah pacaran!” seru Rinto sambil tersenyum lebar.

ZKIT…

Ini yang tidak mau Miku dengar. “eeeh… benarkah… se… selamat.” Ucap Miku sambil tersenyum kecil. Kau tahu senyum itu? Itu senyum palsu. “hehehe… dank au? Apakah kau juga punya pacar Miku? pasti tidak punya kan?! Bilang saja, jangan malu – malu.” Ucap Rinto sambil menyenggol – nyenggol badan Miku.

Selintas, wajah Kaito terlintas di benak Miku.

BLUSH…

Wajah Miku pun memerah. “a… aku sudah punya kok!” seru Miku tiba – tiba sambil berdiri di depan Rinto dan menunjuk wajah Rinto. Rinto terlihat sedikit terkejut, “siapa?” tanya Rinto cepat. Miku menundukan kepalanya dan menjawab dengan malu – malu, “Ka… Kaito.”

“Waaaah… selamat! Aku tak menyangka kalau kalian berdua akan pacaran.” Rinto tersenyum lebar sembari bertepuk tangan. Bukan senyum palsu, melainkan senyum tulus. “ya, terima kasih.” Entah kenapa, Miku merasa sedikit kecewa. “oh ya, semalam kamu gak tidur di kamar. Kamu tidur di mana semalam?” tanya Rinto dengan wajah serius.

DEG

‘uh oh, gawat!’

“ngg… itu… aku… aku tidur di kamar Kaito.” Jawab Miku ragu, Miku pun mundur beberapa langkah dan duduk di tempat tidurnya. Rinto mendelikan matanya, “AP… APA?! KAMU INI! PADAHAL BARU PACARN TAPI SUDAH… HMP…” Miku segera membekap mulut Rinto, “grr… kau ini bisa diam gak sih?! Mau kutonjok huh?!” ancam Miku sambil mencubit pipi Rinto gemas.

“bhaaafkan akfuuh… (maafkan aku)…” sesal Rinto. Miku pun tersenyum kecil,  “anak baik.” Miku segera melepas bekapan tangannya di mulut Rinto. “phuaaah… tapi Miku, kenapa kau ada di kamar Kaito?” tanya Rinto to the point. “itu… karena semalam aku menangis di pelukan Kaito… karena lelah, aku pun tertidur, jadi dia menggendongku sampai di kamarnya dan menidurkanku di sana.” Jelas Miku dengan wajah merah.

“hmm…kenapa…” Miku segera menutup mulut Rinto, “stop! Jangan tanya apa – apa lagi.”

Rinto pun cemberut, “iya deh. Hei, hari pertama tahun baru nanti mau ke kuil sama – sama?” tanya Rinto sambil menarik Miku agar duduk di sampingnya. “sama – sama?” ulang Miku. “maksudku… aku dan Rin, kau dan Kaito.” Jelas Rinto sambil tersenyum.

“tentu saja, aku akan bilang pada Kaito nanti.” Jawab Miku tersenyum kecut. “aku sudah tak sabar lagi!” seru Rinto senang.

ZKIT

“ya… aku juga sudah tak sabar.”

BERSAMBUNG

A/N  :


      Fhoooo~ Done! Kelar sudah chapter 26. Semakin ke sini, ceritanya semakin membingungkan. Endingnya pun masih misteri. Tolong saranya minna^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar