KYODO HATSUGEN
ACADEMY
CHAPTER 26 : New Relationship!!
A
VOCALOID FANFICTION
AUTHOR :
ANGELIA GIGI
GENRE :
FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA : ALL
VOCALOID
RATE : T
LENGTH :
CHAPTERED
.
.
.
CERITA
SEBELUMNYA :
Rinto aawalnya tidak mendengar
pernyataaann cinta Miku dan membuat Miku kesal dan lari meninggalkannya. Tapi
sialnya, saat itu juga dia melihat Rinto menyatakan cintanya pada Rin. Akan
tetapi, saat menangis di perpustakaan, Miku malah bertemu Kaito yang menyatakan
cintanya. Miku pun segera menerimanya. Dan terjalinlah sebuah hubungan baru di
antara mereka. Tetapi… Miku merasa hatinya masih terasa berat dan masih terlalu
sakit untuk menerima keadaan ini.
.
.
.
AUTHOR
: Angelia Gigi
DISCLAIMER :
VOCALOID © YAMAHA CORP
KYODO
HATSUGEN ACADEMY
.
.
.
CUIT…
CUIT… CUIT…
KLIP…
Miku
membuka matanya sambil menguap lebar, “hoaaam… dimana ini?” tanya Miku entah
pada siapa. Miku melihat sekelilingnya dengan tatapan heran. ‘kamar ini auh
berbeda dengan punyaku, warna kamarku bukan warna hijau, tapi warna kamar ini
hijau dan banyak poster bintang rocker, dan tak ada Omu di sampingku, selimut
ini juga warnanya hijau… aku ada di mana sekarang?!’ batin Miku panik.
CKLEK
Terdengar
bunyi pintu yang terbuka. Miku segera duduk dan melihat siapa yang keluar dari
pintu itu. “Ka… Kaito!!” seru Miku sambil menunjuk Kaito dengan wajah aneh,
seakan Kaito adalah seorang perampok. “ada apa? Kenapa kau menunjukku begitu?”
tanya Kaito santai, dia membawakan sarapan pagi untuk Miku di sebuah nampan,
nampan itu berisi dua buah onigiri dan segelas teh.
“aku
ada di mana?” tanya Miku sambil meperhatikan Kaito. Kaito segera menaruh nampan
itu di hadapan Miku dan duduk di samping Miku. “kau ada di kamarku.” Jawab
Kaito santai. “oooh di kamarmu ya… tunggu… di kamarmu? Gyaaaaaaaaaaaaa…!!!”
Miku menjerit saat mengetahui kalau kamar yang dia tiduri adalah kamar Kaito.
“kenapa
kau berteriak? Memalukan.” Kaito menutup kedua telinganya rapat. “ha… habisnya
ini kamarmu… aku… aku jadi malu.” Jelas Miku dengan wajah memerah. Kaito
puntertawa sambil mengacak – acak rambut Miku, “hahaha… kamu ini apaan sih?
Dasar, wajar kan, lagi pula aku kan pacarmu.” Wajah Miku memerah ketika Kaito
mengatakan pacar.
“ugggh…
kyaaaa~!” Miku berteriak dengan nyaring. Kaito menutup kedua telinganya, “uggh…
kamu apaan sih?! Sedikit – sedikit teriak kayak monyet. Kenapa sih?” tanya
Kaito dengan wajah sedikit sebal. “Ha… habisnya aku malu… kau tahu kan, kamu
adalah pacar pertamaku, jadi… tolong jangan buat ini sulit bagiku… dan mohon
bantuannya…” ujar Miku sambil menundukkan kepalanya dan menjulurkan tangannya ke
arah Kaito.
SRET…
“hmp.”
Miku terkejut saat Kaito tiba – tiba menariknya dan menenggelamkannya ke dalam
pelukan Kaito. “Ka… Kaito?” Miku menengadahkan kepalanya dan menatap wajah
Kaito. Ternyata wajah Kaito terlihat memerah, “aku… walaupun kau… bukan pacar
pertamaku… tapi, aku juga benar – benar gugup sekarang… jadi aku juga, mohon
bantuannya.”
Miku
menundukkan kepalanya malu, “aku… bisa mendengar degup jantungmu.” Ucap Miku
sambil memegang dada Kaito.
BLETAK
“bo…
bodoh.” Ucap Kaito sambil menjitak pelan kepala Miku. Miku pun membalas pelukan
Kaito, “aku benar – benar… menyukaimu.”
Kaito
melepas pelukannya dan menatap Miku, “aku juga menyukaimu. Tapi kau harus
mandi, ini sudah jam 08:00, kembalilah ke kamarmu lalu jam 10:00 nanti kita
bertemu di taman sekolah, kau setuju?” tanya Kaito semangat. Miku pun
membalasnya dengan anggukan bersemangat, “ya! Aku mau!”
“tapi…
jika kau kembali ke kamarmu… Rinto…?” kini Kaito terlihat khawatir. “tenang
saja, aku tak apa – apa! Tenanglah, kalau begitu aku pergi dulu.” Miku pun
keluar dari kamar Kaito. Setelah berjalan beberapa menit, Miku pun sampai di
depan kamarnya.
‘ugh…
semoga Rinto tidak ada di dalam.’ Mohon Miku. Miku pun membuka pintu kamarnya
dan…
CKLEK…
Dia
melihat Rinto yang kini tengah terlelap. ‘ugh… doaku tidak terkabul.’ Batin
Miku dongkol. Miku pun berjalan perlahan ke arah kamar mandi dan mengambil
beberapa lembar baju. 10 menit kemudian, Miku pun keluar dari kamar mandi
dengan menggunakan baju biru bergambar negi dan rok pendek selutut berwarna hijau.
Miku
menatap Rinto dengan tatapan sinis, “cih… dasar pemalas.” decih Miku. Tiba –
tiba sebuah ide melintas di kepalanya. “huihihihi… kau…” Miku segera
melancarkan apa yang dipikirkan otaknya. Miku segera mengambil gulingnya dan
berdiri di samping Rinto. “dasar gak peka! Ini dia balasan untukmu! Rasakan ini
dasar bocah pemalas! HEEAAAA!” Miku pun mengayunkan gulingnya sekuat tenaga
dan…
BRUAG!
“ARG…
ITAI!!”
Guling
itu tepat mengenai perut Rinto. “nyeh… nyeh… nyeh… dasar pemalas, cepat bangun!
Kau kira ini jam berapa huh?!” tanya Miku dengan kasar. Rinto pun duduk dan
menggosok matanya lalu menguap lebar, “hoaaam… ini jam 06:00 kan.” Jawab Rinto
asal.
“jam
06:00 apaan? Ini sudah jam 08:00 tahu!” seru Miku sambil memukul kepala Rinto
pelan. “apaan sih, Cuma jam 08:00 aja kok repot banget sih. Minggir sana, aku
mau mandi.” Ujar Rinto sambil mengambil baju dan handuknya lalu berjalan ke
kamar mandi.
Miku
mendudukan dirinya dan memeluk gulingnya erat. Miku tak percaya, dia bisa
bicara seperti biasa kepada Rinto. Miku pun terseyum lebar sambil menggosok air
mata yang menggenang di pelupuk matanya. Bukan air mata kesedihan, tapi air
mata senang. “syukurlah… syukurlah…” air mata Miku pun berjatuhan membasahi
gulingnya.
CKLEK…
Rinto
pun keluar dari kamar mandi dan terlihat sangat terkejut saat melihat Miku
menangis. Rinto pun segera berlari menghampiri Miku, “kau… kau kenapa? Siapa
yang menyakitimu? Bilang saja! Akan kupukul orang itu!” seru Rinto sambil
memasang kuda – kuda bertarung. “hihihi… kamu apaan sih? Aku menangis karena
senang tahu.” Ucap Miku sambil menghapus air matanya.
“A…
Apa?” Rinto terlihat heran. “aku menangis begini karena kamu!” seru Miku sambil
menunjuk Rinto. Rinto mengangkat kedua tangannya, “Heh?! Kenapa aku? apa
salahku?” tanya Rinto bertubi – tubi. Miku mendekat ke arah telinga Rinto dan
berbisik, “ra-ha-sia.”
Miku
pun menjauh dan tersenyum penuh arti. “eeeh… Miku, kasih tahu dong. Kamu tahu
kan kalo aku gak suka main rahasia – rahasiaan.” Ujar Rinto dengan pupy eyes.
“ugh… tidak bisa! Aku tidak akan memberitahukanmu!” seru Miku sambil menutup
kedua matanya, dia paling tidak tahan melihat pupy eyes Rinto.
Rinto
pun cemberut dan mendudukan dirinya di samping Miku, “kau pelit! Ao ya, Miku
dengar deh! Aku dan Rin sudah pacaran!” seru Rinto sambil tersenyum lebar.
ZKIT…
Ini
yang tidak mau Miku dengar. “eeeh… benarkah… se… selamat.” Ucap Miku sambil
tersenyum kecil. Kau tahu senyum itu? Itu senyum palsu. “hehehe… dank au?
Apakah kau juga punya pacar Miku? pasti tidak punya kan?! Bilang saja, jangan
malu – malu.” Ucap Rinto sambil menyenggol – nyenggol badan Miku.
Selintas,
wajah Kaito terlintas di benak Miku.
BLUSH…
Wajah
Miku pun memerah. “a… aku sudah punya kok!” seru Miku tiba – tiba sambil
berdiri di depan Rinto dan menunjuk wajah Rinto. Rinto terlihat sedikit
terkejut, “siapa?” tanya Rinto cepat. Miku menundukan kepalanya dan menjawab
dengan malu – malu, “Ka… Kaito.”
“Waaaah…
selamat! Aku tak menyangka kalau kalian berdua akan pacaran.” Rinto tersenyum
lebar sembari bertepuk tangan. Bukan senyum palsu, melainkan senyum tulus. “ya,
terima kasih.” Entah kenapa, Miku merasa sedikit kecewa. “oh ya, semalam kamu
gak tidur di kamar. Kamu tidur di mana semalam?” tanya Rinto dengan wajah
serius.
DEG
‘uh
oh, gawat!’
“ngg…
itu… aku… aku tidur di kamar Kaito.” Jawab Miku ragu, Miku pun mundur beberapa
langkah dan duduk di tempat tidurnya. Rinto mendelikan matanya, “AP… APA?! KAMU
INI! PADAHAL BARU PACARN TAPI SUDAH… HMP…” Miku segera membekap mulut Rinto,
“grr… kau ini bisa diam gak sih?! Mau kutonjok huh?!” ancam Miku sambil
mencubit pipi Rinto gemas.
“bhaaafkan
akfuuh… (maafkan aku)…” sesal Rinto. Miku pun tersenyum kecil, “anak baik.” Miku segera melepas bekapan
tangannya di mulut Rinto. “phuaaah… tapi Miku, kenapa kau ada di kamar Kaito?”
tanya Rinto to the point. “itu… karena semalam aku menangis di pelukan Kaito…
karena lelah, aku pun tertidur, jadi dia menggendongku sampai di kamarnya dan
menidurkanku di sana.” Jelas Miku dengan wajah merah.
“hmm…kenapa…”
Miku segera menutup mulut Rinto, “stop! Jangan tanya apa – apa lagi.”
Rinto
pun cemberut, “iya deh. Hei, hari pertama tahun baru nanti mau ke kuil sama –
sama?” tanya Rinto sambil menarik Miku agar duduk di sampingnya. “sama – sama?”
ulang Miku. “maksudku… aku dan Rin, kau dan Kaito.” Jelas Rinto sambil
tersenyum.
“tentu
saja, aku akan bilang pada Kaito nanti.” Jawab Miku tersenyum kecut. “aku sudah
tak sabar lagi!” seru Rinto senang.
ZKIT
“ya…
aku juga sudah tak sabar.”
BERSAMBUNG
A/N :
Fhoooo~
Done! Kelar sudah chapter 26. Semakin ke sini, ceritanya semakin membingungkan.
Endingnya pun masih misteri. Tolong saranya minna^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar