Minggu, 28 Februari 2016

KYODO HATSUGEN ACADEMY chapter 27

KYODO HATSUGEN ACADEMY
CHAPTER 27 : Kenapa sih kamu marah – marah terus?!
A  VOCALOID  FANFICTION
AUTHOR  : ANGELIA GIGI
GENRE  : FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA  : ALL VOCALOID
RATE  :  T
LENGTH  :  CHAPTERED
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA  :
           
            Miku takut kalau dirinya masih tak sanggup bertemu Rinto, tetapi  untunglah dirinya dan Rinto masih bisa berteman baik. Miku sangat mensyukurinya.
.                                                                                                           
.
.

                        AUTHOR  : Angelia Gigi
                                             DISCLAIMER  :
                                    VOCALOID © YAMAHA CORP
                                    KYODO HATSUGEN ACADEMY

.
.
.

Miku dan Rinto pun terdiam. Keheningan menghiasi kamar mereka.

“ng… jam berapa ini? Aku harus pergi.” Tanya Miku memecah keheningan. “eh, ini baru jam 09:30. Kau mau kemana?” tanya Rinto penasaran. Miku segera bangkit dan mengambil sebuah syal miliknya dan melingkarnya di lehernya, “aku ada janji dengan Kaito, jaa.” Miku segera keluar dan membanting pintu agak keras.

.
.
.

Miku berjalan pelan menuju taman, tapi sebelum itu, dia berencana untuk mampir sebentar di kantin. “fufufu… kantin, kantin, beli jus dan cemilan lalu pergi ke taman.” Senandung Miku riang. Miku pun memasuki kantin yang terlihat cukup ramai. Miku langsung menuju tempat jus dan cemilan. Miku mengambil sekotak jus apel dan sekotak jus blueberry, dan mengambil beberapa bungkus keripik kentang.

Miku segera menyerahkan belanjaannya pada ibu kantin. “hei Miku, beli cemilan?” sapa Rin yang juga membeli camilan, dia mengantri di belakang Miku. Miku mengangguk semangat, “yup! Hei… kau pacaran dengan Rinto ya..?.” Goda Miku sambil menyenggol pelan pundak Rin. Wajah Rin merah seketika, “iya… iya, maaf.” Jawab Rin malu.

“kenapa minta maaf? Selamat!” seru Miku sambil memeluk Rin. “hehehe… terima kasih! Eh… Miku, itu belanjaanmu.” Ujar Rin sambil melepaskan pelukan Miku dan menunjuk belanjaan Miku. “ehehe… aku pergi dulu ya, jaa!” Miku segera membayar belanjaannya dan pergi meninggalkan Rin.

.
.
.

Miku pergi ke taman dengan sedikit berlari. Dari kejauhan, Miku melihat Kaito yang sedang duduk membelakanginya, rencana bulus pun melintas di otak Miku. ‘nyehehehe… akan kukagetkan dia.’ Batin Miku  sambil tersenyum layaknya iblis. Miku pun segera mengendap – endap dan berjalan perlahan menghampiri Kaito.

GREB

Miku pun menutup mata Kaito.

“whooaa… siapa sih? Miku?” tebak Kaito sambil berusaha melepaskan tangan Miku dari wajahnya. “ayo tebak siapa aku.” ucap Miku usil. Dan… Kaito pun berhasil menyingkirkan tangan Miku. “tuh kan, pasti Miku.” ucap Kaito sambil tersenyum. “hehehe… oh ya! Ini kubelikan.” Miku segera duduk di samping Kaito dan memberi Kaito sekotak jus blueberry dan sebungkus keripik kentang.

“te… terima kasih.” Ucap Kaito pelan. “sama sama. Ayo makan!” seru Miku sambil membuka sebungkus keripik kentangnya dan melahapnya. “ungg… enyaaak~!” seru Miku dengan wajah lucu. Kaito yang gemas pun mencubit pipi Miku. “aww… Kaito, sakiiit~! >///<” seru Miku manja. Kaito pun melepas cubitanya dan mengelus pipi Miku yang memerah, “makanlah perlahan, mengerti?” Miku bersemu merah melihat senyum Kaito yang mempesona.

“a… aku mengerti.” Miku pun melanjutkan makannya. Tiba – tiba Miku pun teringat ajakan Rinto. “oh ya, Kaito. Tahun baru ini mau ke kuil, Rinto mengajakku!” seru Miku riang. “eeeh… maa… maaf, bukannya aku tidak mau tapi… aku ada urusan saat tahun baru nanti, maafkan aku.” sesal Kaito. Miku pun cemberut lalu kemudian tersenyum, “ijinkan aku pergi dengan mereka ya.”

Kaito tersenyum kecil, “ya.”

Mata Miku langsung berbinar, “kyaaaa~! Asyiiiiik!! Baiklah, akan kubelikan oleh – oleh~!” Kaito hanya tersenyum kecil melihat mata Miku yang tengah berbinar, “Kau mau apa? Permen? Jajanan khas? Jimat? Kau mau jimat apa? Jimat cinta? Jimat kesehatan? Jimat keselamatan? Jimat keberuntungan? Jimat… hmph….”

Kaito segera memasukan beberapa keripik ke dalam mulut Miku, “dasar cerewet! Aku hanya ingin titip doa.” Jawab Kaito sambil memalingkan kepalanya dan menatap lurus kedepan. Miku menelan keripik yang ada di mulutnya dan memiringkan kepalanya tak mengerti, “titip doa?”

“Ya, tolong sampaikan doaku ini. Aku ingin semua orang yang ada di akademi ini sehat selalu dan semoga…” Kaito menatap Miku sejenak lalu tersenyum, “dan semoga…kita bisa terus bersama seperti saat ini…”

BLUSH

Wajah Miku merona seketika, “Ka… kamu itu… apaan sih… Berikan doa yang benar dong… kalau seperti itu… mana mungkin aku bisa menyampaikan doanya dengan benar…” ujar Miku sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “heee? Bukankah tadi itu doa yang bagus? Dasar, aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan.” Keluh Kaito sambil meminum jusnya yang dingin.

Miku mengambil jusnya dan menusukan sedotannya dan menyeruputnya pelan, tenggorokannya yang tersaka kering kini terasa lega. “Jus ini dingin.” Gumam Miku dengan tatapan kosong sembari tersenyum kecil. Keheningan pun menghiasi, hanya bunyi angin yang terdengar. Salju pelahan turun dan salah satunya jatuh di rambut Miku.

SRET

Kaito mengambil serpihan kecil salju yang jatuh di rambut Miku pelan, salju itu pun perlahan mencair. Miku menatap Kaito heran, “apa yang kau lakukan?” tanya Miku singkat. Kaito tersenyum kecil, “tidak, aku hanya berpikir bahwa salju ini sangat indah.” Jawab Kaito. Miku tersenyum kecil dan menggenggam kedua tangan Kaito, “hei, andaikan aku mempunyai kekuatan salju, aku akan membuatkanmu salju yang banyak!!” seru Miku sambil tertawa.

“hehehe… kau lucu sekali. Oh ya, aku penasaran, waktu kau dan Rinto menyanyi, kalian berdua mengeluarkan bintang yang berwarna keemasan. Baggaimana cara kalian melakukannya?” tanya Kaito penasaran. Miku terdiam sejenak, Miku pun melepas genggaman tangannya, “caranya… aku dan Rinto menggabungkan kekuatan kami.” Jawab Miku singkat.

“tapi… jarang ada yang bisa melakukannya lho. Api dan Air, itu aneh.” ucap Kaito, dia butuh penjelasan yang lebih logis. “kalau kau tak percaya, yasudah.” Miku pun kembali memakan keripiknya. “banyak hal di dunia ini yang tidak kumengerti.” Gumam Kaito pelan. Sayangnya Miku tak mendengarnya.

“oh ya, aku harus pergi. Aku harus belajar, tak lama lagi ada ulangan kan? Jaa~!” pamit Miku tanpa menunggu balasan Kaito. Kaito hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. “Eee? Saljunya sudah berhenti?” gumam Kaito sambil beranjak pergi dari tempat itu.

.
.
.

Miku berlari dengan cepat menuju perpustakaan. “aaaaah… baka! Baka! Baka! Kenapa aku bisa lupa?! Aku kan mau belajar!! Aaish… baka!!” gerutu Miku sambil berlari. Tetapi karena terlalu cepat, Miku pun menabrak seseorang.

“Kyaaaa!!! Minggir!!!!”

“A…apa? Eeeeeh?!!!”

GUBRAK!

Miku pun terjatuh di atas tubuh lelaki itu.

“Aduuuuuh… sakitttt!!” seru Miku sambil duduk dan mengelus kepalanya yang kesakitan. “eh Miku? kamu ini gimana sih?! Jangan lari – lari dong!” gerutu lelaki berambut kuning yang ternyata adalah Rinto. “awawa…. Maafkan aku Rinto. Gomen ne!” seru Miku sambil membantu Rinto berdiri.

“dasar ceroboh! Jika kamu menabrak orang lain apa yang akan mereka katakan? Bisa saja mereka bisa menyakitimu!” nasihat Rinto sambil marah marah. Miku menggembungkan pipinya sebal, “baka! Kenapa sih kamu marah – marah terus?!” seru Miku yang membuat wajah Rinto memerah seketika.

“eeee… eto… itu… um… itu karena aku…” Rinto semakin tergagap dengan wajah semerah tomat, “itu…. Karena aku… itu karena aku sayang padamu!”

Miku membelalakan matanya seketika.

“eh?”

BERSAMBUNG

A/N  :

            Maaf readers, saya jarang up date fanfic ini L ini karena saya lagi sibuk, jadi mulai sekarang saya akan up date fanfic ini seminggu sekali, yaitu pada hari sabtu J soo… jaa nee minna^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar