KYODO HATSUGEN
ACADEMY
CHAPTER 27 : Kenapa
sih kamu marah – marah terus?!
A
VOCALOID FANFICTION
AUTHOR :
ANGELIA GIGI
GENRE :
FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA : ALL
VOCALOID
RATE : T
LENGTH :
CHAPTERED
.
.
.
CERITA
SEBELUMNYA :
Miku takut kalau dirinya
masih tak sanggup bertemu Rinto, tetapi
untunglah dirinya dan Rinto masih bisa berteman baik. Miku sangat
mensyukurinya.
.
.
.
AUTHOR
: Angelia Gigi
DISCLAIMER :
VOCALOID © YAMAHA CORP
KYODO
HATSUGEN ACADEMY
.
.
.
Miku
dan Rinto pun terdiam. Keheningan menghiasi kamar mereka.
“ng…
jam berapa ini? Aku harus pergi.” Tanya Miku memecah keheningan. “eh, ini baru
jam 09:30. Kau mau kemana?” tanya Rinto penasaran. Miku segera bangkit dan
mengambil sebuah syal miliknya dan melingkarnya di lehernya, “aku ada janji
dengan Kaito, jaa.” Miku segera keluar dan membanting pintu agak keras.
.
.
.
Miku
berjalan pelan menuju taman, tapi sebelum itu, dia berencana untuk mampir
sebentar di kantin. “fufufu… kantin, kantin, beli jus dan cemilan lalu pergi ke
taman.” Senandung Miku riang. Miku pun memasuki kantin yang terlihat cukup
ramai. Miku langsung menuju tempat jus dan cemilan. Miku mengambil sekotak jus
apel dan sekotak jus blueberry, dan mengambil beberapa bungkus keripik kentang.
Miku
segera menyerahkan belanjaannya pada ibu kantin. “hei Miku, beli cemilan?” sapa
Rin yang juga membeli camilan, dia mengantri di belakang Miku. Miku mengangguk
semangat, “yup! Hei… kau pacaran dengan Rinto ya..?.” Goda Miku sambil
menyenggol pelan pundak Rin. Wajah Rin merah seketika, “iya… iya, maaf.” Jawab
Rin malu.
“kenapa
minta maaf? Selamat!” seru Miku sambil memeluk Rin. “hehehe… terima kasih! Eh…
Miku, itu belanjaanmu.” Ujar Rin sambil melepaskan pelukan Miku dan menunjuk
belanjaan Miku. “ehehe… aku pergi dulu ya, jaa!” Miku segera membayar
belanjaannya dan pergi meninggalkan Rin.
.
.
.
Miku
pergi ke taman dengan sedikit berlari. Dari kejauhan, Miku melihat Kaito yang
sedang duduk membelakanginya, rencana bulus pun melintas di otak Miku.
‘nyehehehe… akan kukagetkan dia.’ Batin Miku
sambil tersenyum layaknya iblis. Miku pun segera mengendap – endap dan
berjalan perlahan menghampiri Kaito.
GREB
Miku
pun menutup mata Kaito.
“whooaa…
siapa sih? Miku?” tebak Kaito sambil berusaha melepaskan tangan Miku dari
wajahnya. “ayo tebak siapa aku.” ucap Miku usil. Dan… Kaito pun berhasil
menyingkirkan tangan Miku. “tuh kan, pasti Miku.” ucap Kaito sambil tersenyum.
“hehehe… oh ya! Ini kubelikan.” Miku segera duduk di samping Kaito dan memberi
Kaito sekotak jus blueberry dan sebungkus keripik kentang.
“te…
terima kasih.” Ucap Kaito pelan. “sama sama. Ayo makan!” seru Miku sambil
membuka sebungkus keripik kentangnya dan melahapnya. “ungg… enyaaak~!” seru
Miku dengan wajah lucu. Kaito yang gemas pun mencubit pipi Miku. “aww… Kaito,
sakiiit~! >///<” seru Miku manja. Kaito pun melepas cubitanya dan
mengelus pipi Miku yang memerah, “makanlah perlahan, mengerti?” Miku bersemu
merah melihat senyum Kaito yang mempesona.
“a…
aku mengerti.” Miku pun melanjutkan makannya. Tiba – tiba Miku pun teringat
ajakan Rinto. “oh ya, Kaito. Tahun baru ini mau ke kuil, Rinto mengajakku!”
seru Miku riang. “eeeh… maa… maaf, bukannya aku tidak mau tapi… aku ada urusan
saat tahun baru nanti, maafkan aku.” sesal Kaito. Miku pun cemberut lalu
kemudian tersenyum, “ijinkan aku pergi dengan mereka ya.”
Kaito
tersenyum kecil, “ya.”
Mata
Miku langsung berbinar, “kyaaaa~! Asyiiiiik!! Baiklah, akan kubelikan oleh –
oleh~!” Kaito hanya tersenyum kecil melihat mata Miku yang tengah berbinar,
“Kau mau apa? Permen? Jajanan khas? Jimat? Kau mau jimat apa? Jimat cinta?
Jimat kesehatan? Jimat keselamatan? Jimat keberuntungan? Jimat… hmph….”
Kaito
segera memasukan beberapa keripik ke dalam mulut Miku, “dasar cerewet! Aku
hanya ingin titip doa.” Jawab Kaito sambil memalingkan kepalanya dan menatap
lurus kedepan. Miku menelan keripik yang ada di mulutnya dan memiringkan
kepalanya tak mengerti, “titip doa?”
“Ya,
tolong sampaikan doaku ini. Aku ingin semua orang yang ada di akademi ini sehat
selalu dan semoga…” Kaito menatap Miku sejenak lalu tersenyum, “dan semoga…kita
bisa terus bersama seperti saat ini…”
BLUSH
Wajah
Miku merona seketika, “Ka… kamu itu… apaan sih… Berikan doa yang benar dong…
kalau seperti itu… mana mungkin aku bisa menyampaikan doanya dengan benar…”
ujar Miku sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “heee? Bukankah tadi
itu doa yang bagus? Dasar, aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan.” Keluh
Kaito sambil meminum jusnya yang dingin.
Miku
mengambil jusnya dan menusukan sedotannya dan menyeruputnya pelan,
tenggorokannya yang tersaka kering kini terasa lega. “Jus ini dingin.” Gumam
Miku dengan tatapan kosong sembari tersenyum kecil. Keheningan pun menghiasi,
hanya bunyi angin yang terdengar. Salju pelahan turun dan salah satunya jatuh
di rambut Miku.
SRET
Kaito
mengambil serpihan kecil salju yang jatuh di rambut Miku pelan, salju itu pun perlahan
mencair. Miku menatap Kaito heran, “apa yang kau lakukan?” tanya Miku singkat.
Kaito tersenyum kecil, “tidak, aku hanya berpikir bahwa salju ini sangat
indah.” Jawab Kaito. Miku tersenyum kecil dan menggenggam kedua tangan Kaito,
“hei, andaikan aku mempunyai kekuatan salju, aku akan membuatkanmu salju yang
banyak!!” seru Miku sambil tertawa.
“hehehe…
kau lucu sekali. Oh ya, aku penasaran, waktu kau dan Rinto menyanyi, kalian
berdua mengeluarkan bintang yang berwarna keemasan. Baggaimana cara kalian
melakukannya?” tanya Kaito penasaran. Miku terdiam sejenak, Miku pun melepas
genggaman tangannya, “caranya… aku dan Rinto menggabungkan kekuatan kami.”
Jawab Miku singkat.
“tapi…
jarang ada yang bisa melakukannya lho. Api dan Air, itu aneh.” ucap Kaito, dia
butuh penjelasan yang lebih logis. “kalau kau tak percaya, yasudah.” Miku pun
kembali memakan keripiknya. “banyak hal di dunia ini yang tidak kumengerti.”
Gumam Kaito pelan. Sayangnya Miku tak mendengarnya.
“oh
ya, aku harus pergi. Aku harus belajar, tak lama lagi ada ulangan kan? Jaa~!”
pamit Miku tanpa menunggu balasan Kaito. Kaito hanya tersenyum sambil
melambaikan tangannya. “Eee? Saljunya sudah berhenti?” gumam Kaito sambil
beranjak pergi dari tempat itu.
.
.
.
Miku
berlari dengan cepat menuju perpustakaan. “aaaaah… baka! Baka! Baka! Kenapa aku
bisa lupa?! Aku kan mau belajar!! Aaish… baka!!” gerutu Miku sambil berlari.
Tetapi karena terlalu cepat, Miku pun menabrak seseorang.
“Kyaaaa!!!
Minggir!!!!”
“A…apa?
Eeeeeh?!!!”
GUBRAK!
Miku
pun terjatuh di atas tubuh lelaki itu.
“Aduuuuuh…
sakitttt!!” seru Miku sambil duduk dan mengelus kepalanya yang kesakitan. “eh
Miku? kamu ini gimana sih?! Jangan lari – lari dong!” gerutu lelaki berambut
kuning yang ternyata adalah Rinto. “awawa…. Maafkan aku Rinto. Gomen ne!” seru
Miku sambil membantu Rinto berdiri.
“dasar
ceroboh! Jika kamu menabrak orang lain apa yang akan mereka katakan? Bisa saja
mereka bisa menyakitimu!” nasihat Rinto sambil marah marah. Miku menggembungkan
pipinya sebal, “baka! Kenapa sih kamu marah – marah terus?!” seru Miku yang
membuat wajah Rinto memerah seketika.
“eeee…
eto… itu… um… itu karena aku…” Rinto semakin tergagap dengan wajah semerah
tomat, “itu…. Karena aku… itu karena aku sayang padamu!”
Miku
membelalakan matanya seketika.
“eh?”
BERSAMBUNG
A/N :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar