Minggu, 28 Februari 2016

KYODO HATSUGEN ACADEMY chapter 27

KYODO HATSUGEN ACADEMY
CHAPTER 27 : Kenapa sih kamu marah – marah terus?!
A  VOCALOID  FANFICTION
AUTHOR  : ANGELIA GIGI
GENRE  : FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA  : ALL VOCALOID
RATE  :  T
LENGTH  :  CHAPTERED
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA  :
           
            Miku takut kalau dirinya masih tak sanggup bertemu Rinto, tetapi  untunglah dirinya dan Rinto masih bisa berteman baik. Miku sangat mensyukurinya.
.                                                                                                           
.
.

                        AUTHOR  : Angelia Gigi
                                             DISCLAIMER  :
                                    VOCALOID © YAMAHA CORP
                                    KYODO HATSUGEN ACADEMY

.
.
.

Miku dan Rinto pun terdiam. Keheningan menghiasi kamar mereka.

“ng… jam berapa ini? Aku harus pergi.” Tanya Miku memecah keheningan. “eh, ini baru jam 09:30. Kau mau kemana?” tanya Rinto penasaran. Miku segera bangkit dan mengambil sebuah syal miliknya dan melingkarnya di lehernya, “aku ada janji dengan Kaito, jaa.” Miku segera keluar dan membanting pintu agak keras.

.
.
.

Miku berjalan pelan menuju taman, tapi sebelum itu, dia berencana untuk mampir sebentar di kantin. “fufufu… kantin, kantin, beli jus dan cemilan lalu pergi ke taman.” Senandung Miku riang. Miku pun memasuki kantin yang terlihat cukup ramai. Miku langsung menuju tempat jus dan cemilan. Miku mengambil sekotak jus apel dan sekotak jus blueberry, dan mengambil beberapa bungkus keripik kentang.

Miku segera menyerahkan belanjaannya pada ibu kantin. “hei Miku, beli cemilan?” sapa Rin yang juga membeli camilan, dia mengantri di belakang Miku. Miku mengangguk semangat, “yup! Hei… kau pacaran dengan Rinto ya..?.” Goda Miku sambil menyenggol pelan pundak Rin. Wajah Rin merah seketika, “iya… iya, maaf.” Jawab Rin malu.

“kenapa minta maaf? Selamat!” seru Miku sambil memeluk Rin. “hehehe… terima kasih! Eh… Miku, itu belanjaanmu.” Ujar Rin sambil melepaskan pelukan Miku dan menunjuk belanjaan Miku. “ehehe… aku pergi dulu ya, jaa!” Miku segera membayar belanjaannya dan pergi meninggalkan Rin.

.
.
.

Miku pergi ke taman dengan sedikit berlari. Dari kejauhan, Miku melihat Kaito yang sedang duduk membelakanginya, rencana bulus pun melintas di otak Miku. ‘nyehehehe… akan kukagetkan dia.’ Batin Miku  sambil tersenyum layaknya iblis. Miku pun segera mengendap – endap dan berjalan perlahan menghampiri Kaito.

GREB

Miku pun menutup mata Kaito.

“whooaa… siapa sih? Miku?” tebak Kaito sambil berusaha melepaskan tangan Miku dari wajahnya. “ayo tebak siapa aku.” ucap Miku usil. Dan… Kaito pun berhasil menyingkirkan tangan Miku. “tuh kan, pasti Miku.” ucap Kaito sambil tersenyum. “hehehe… oh ya! Ini kubelikan.” Miku segera duduk di samping Kaito dan memberi Kaito sekotak jus blueberry dan sebungkus keripik kentang.

“te… terima kasih.” Ucap Kaito pelan. “sama sama. Ayo makan!” seru Miku sambil membuka sebungkus keripik kentangnya dan melahapnya. “ungg… enyaaak~!” seru Miku dengan wajah lucu. Kaito yang gemas pun mencubit pipi Miku. “aww… Kaito, sakiiit~! >///<” seru Miku manja. Kaito pun melepas cubitanya dan mengelus pipi Miku yang memerah, “makanlah perlahan, mengerti?” Miku bersemu merah melihat senyum Kaito yang mempesona.

“a… aku mengerti.” Miku pun melanjutkan makannya. Tiba – tiba Miku pun teringat ajakan Rinto. “oh ya, Kaito. Tahun baru ini mau ke kuil, Rinto mengajakku!” seru Miku riang. “eeeh… maa… maaf, bukannya aku tidak mau tapi… aku ada urusan saat tahun baru nanti, maafkan aku.” sesal Kaito. Miku pun cemberut lalu kemudian tersenyum, “ijinkan aku pergi dengan mereka ya.”

Kaito tersenyum kecil, “ya.”

Mata Miku langsung berbinar, “kyaaaa~! Asyiiiiik!! Baiklah, akan kubelikan oleh – oleh~!” Kaito hanya tersenyum kecil melihat mata Miku yang tengah berbinar, “Kau mau apa? Permen? Jajanan khas? Jimat? Kau mau jimat apa? Jimat cinta? Jimat kesehatan? Jimat keselamatan? Jimat keberuntungan? Jimat… hmph….”

Kaito segera memasukan beberapa keripik ke dalam mulut Miku, “dasar cerewet! Aku hanya ingin titip doa.” Jawab Kaito sambil memalingkan kepalanya dan menatap lurus kedepan. Miku menelan keripik yang ada di mulutnya dan memiringkan kepalanya tak mengerti, “titip doa?”

“Ya, tolong sampaikan doaku ini. Aku ingin semua orang yang ada di akademi ini sehat selalu dan semoga…” Kaito menatap Miku sejenak lalu tersenyum, “dan semoga…kita bisa terus bersama seperti saat ini…”

BLUSH

Wajah Miku merona seketika, “Ka… kamu itu… apaan sih… Berikan doa yang benar dong… kalau seperti itu… mana mungkin aku bisa menyampaikan doanya dengan benar…” ujar Miku sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “heee? Bukankah tadi itu doa yang bagus? Dasar, aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan.” Keluh Kaito sambil meminum jusnya yang dingin.

Miku mengambil jusnya dan menusukan sedotannya dan menyeruputnya pelan, tenggorokannya yang tersaka kering kini terasa lega. “Jus ini dingin.” Gumam Miku dengan tatapan kosong sembari tersenyum kecil. Keheningan pun menghiasi, hanya bunyi angin yang terdengar. Salju pelahan turun dan salah satunya jatuh di rambut Miku.

SRET

Kaito mengambil serpihan kecil salju yang jatuh di rambut Miku pelan, salju itu pun perlahan mencair. Miku menatap Kaito heran, “apa yang kau lakukan?” tanya Miku singkat. Kaito tersenyum kecil, “tidak, aku hanya berpikir bahwa salju ini sangat indah.” Jawab Kaito. Miku tersenyum kecil dan menggenggam kedua tangan Kaito, “hei, andaikan aku mempunyai kekuatan salju, aku akan membuatkanmu salju yang banyak!!” seru Miku sambil tertawa.

“hehehe… kau lucu sekali. Oh ya, aku penasaran, waktu kau dan Rinto menyanyi, kalian berdua mengeluarkan bintang yang berwarna keemasan. Baggaimana cara kalian melakukannya?” tanya Kaito penasaran. Miku terdiam sejenak, Miku pun melepas genggaman tangannya, “caranya… aku dan Rinto menggabungkan kekuatan kami.” Jawab Miku singkat.

“tapi… jarang ada yang bisa melakukannya lho. Api dan Air, itu aneh.” ucap Kaito, dia butuh penjelasan yang lebih logis. “kalau kau tak percaya, yasudah.” Miku pun kembali memakan keripiknya. “banyak hal di dunia ini yang tidak kumengerti.” Gumam Kaito pelan. Sayangnya Miku tak mendengarnya.

“oh ya, aku harus pergi. Aku harus belajar, tak lama lagi ada ulangan kan? Jaa~!” pamit Miku tanpa menunggu balasan Kaito. Kaito hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. “Eee? Saljunya sudah berhenti?” gumam Kaito sambil beranjak pergi dari tempat itu.

.
.
.

Miku berlari dengan cepat menuju perpustakaan. “aaaaah… baka! Baka! Baka! Kenapa aku bisa lupa?! Aku kan mau belajar!! Aaish… baka!!” gerutu Miku sambil berlari. Tetapi karena terlalu cepat, Miku pun menabrak seseorang.

“Kyaaaa!!! Minggir!!!!”

“A…apa? Eeeeeh?!!!”

GUBRAK!

Miku pun terjatuh di atas tubuh lelaki itu.

“Aduuuuuh… sakitttt!!” seru Miku sambil duduk dan mengelus kepalanya yang kesakitan. “eh Miku? kamu ini gimana sih?! Jangan lari – lari dong!” gerutu lelaki berambut kuning yang ternyata adalah Rinto. “awawa…. Maafkan aku Rinto. Gomen ne!” seru Miku sambil membantu Rinto berdiri.

“dasar ceroboh! Jika kamu menabrak orang lain apa yang akan mereka katakan? Bisa saja mereka bisa menyakitimu!” nasihat Rinto sambil marah marah. Miku menggembungkan pipinya sebal, “baka! Kenapa sih kamu marah – marah terus?!” seru Miku yang membuat wajah Rinto memerah seketika.

“eeee… eto… itu… um… itu karena aku…” Rinto semakin tergagap dengan wajah semerah tomat, “itu…. Karena aku… itu karena aku sayang padamu!”

Miku membelalakan matanya seketika.

“eh?”

BERSAMBUNG

A/N  :

            Maaf readers, saya jarang up date fanfic ini L ini karena saya lagi sibuk, jadi mulai sekarang saya akan up date fanfic ini seminggu sekali, yaitu pada hari sabtu J soo… jaa nee minna^^

Sabtu, 12 Desember 2015

KYODO HATSUGEN ACADEMY chapter 26

KYODO HATSUGEN ACADEMY
CHAPTER 26  : New Relationship!!
A  VOCALOID  FANFICTION
AUTHOR  : ANGELIA GIGI
GENRE  : FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA  : ALL VOCALOID
RATE  :  T
LENGTH  :  CHAPTERED
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA  :

            Rinto aawalnya tidak mendengar pernyataaann cinta Miku dan membuat Miku kesal dan lari meninggalkannya. Tapi sialnya, saat itu juga dia melihat Rinto menyatakan cintanya pada Rin. Akan tetapi, saat menangis di perpustakaan, Miku malah bertemu Kaito yang menyatakan cintanya. Miku pun segera menerimanya. Dan terjalinlah sebuah hubungan baru di antara mereka. Tetapi… Miku merasa hatinya masih terasa berat dan masih terlalu sakit untuk menerima keadaan ini.

.
.
.

                        AUTHOR  : Angelia Gigi
                                             DISCLAIMER  :
                                    VOCALOID © YAMAHA CORP
                                    KYODO HATSUGEN ACADEMY

.
.
.

CUIT… CUIT… CUIT…

KLIP…

Miku membuka matanya sambil menguap lebar, “hoaaam… dimana ini?” tanya Miku entah pada siapa. Miku melihat sekelilingnya dengan tatapan heran. ‘kamar ini auh berbeda dengan punyaku, warna kamarku bukan warna hijau, tapi warna kamar ini hijau dan banyak poster bintang rocker, dan tak ada Omu di sampingku, selimut ini juga warnanya hijau… aku ada di mana sekarang?!’ batin Miku panik.

CKLEK

Terdengar bunyi pintu yang terbuka. Miku segera duduk dan melihat siapa yang keluar dari pintu itu. “Ka… Kaito!!” seru Miku sambil menunjuk Kaito dengan wajah aneh, seakan Kaito adalah seorang perampok. “ada apa? Kenapa kau menunjukku begitu?” tanya Kaito santai, dia membawakan sarapan pagi untuk Miku di sebuah nampan, nampan itu berisi dua buah onigiri dan segelas teh.

“aku ada di mana?” tanya Miku sambil meperhatikan Kaito. Kaito segera menaruh nampan itu di hadapan Miku dan duduk di samping Miku. “kau ada di kamarku.” Jawab Kaito santai. “oooh di kamarmu ya… tunggu… di kamarmu? Gyaaaaaaaaaaaaa…!!!” Miku menjerit saat mengetahui kalau kamar yang dia tiduri adalah kamar Kaito.

“kenapa kau berteriak? Memalukan.” Kaito menutup kedua telinganya rapat. “ha… habisnya ini kamarmu… aku… aku jadi malu.” Jelas Miku dengan wajah memerah. Kaito puntertawa sambil mengacak – acak rambut Miku, “hahaha… kamu ini apaan sih? Dasar, wajar kan, lagi pula aku kan pacarmu.” Wajah Miku memerah ketika Kaito mengatakan pacar.

“ugggh… kyaaaa~!” Miku berteriak dengan nyaring. Kaito menutup kedua telinganya, “uggh… kamu apaan sih?! Sedikit – sedikit teriak kayak monyet. Kenapa sih?” tanya Kaito dengan wajah sedikit sebal. “Ha… habisnya aku malu… kau tahu kan, kamu adalah pacar pertamaku, jadi… tolong jangan buat ini sulit bagiku… dan mohon bantuannya…” ujar Miku sambil menundukkan kepalanya dan menjulurkan tangannya ke arah Kaito.

SRET…

“hmp.” Miku terkejut saat Kaito tiba – tiba menariknya dan menenggelamkannya ke dalam pelukan Kaito. “Ka… Kaito?” Miku menengadahkan kepalanya dan menatap wajah Kaito. Ternyata wajah Kaito terlihat memerah, “aku… walaupun kau… bukan pacar pertamaku… tapi, aku juga benar – benar gugup sekarang… jadi aku juga, mohon bantuannya.”

Miku menundukkan kepalanya malu, “aku… bisa mendengar degup jantungmu.” Ucap Miku sambil memegang dada Kaito.

BLETAK

“bo… bodoh.” Ucap Kaito sambil menjitak pelan kepala Miku. Miku pun membalas pelukan Kaito, “aku benar – benar… menyukaimu.”

Kaito melepas pelukannya dan menatap Miku, “aku juga menyukaimu. Tapi kau harus mandi, ini sudah jam 08:00, kembalilah ke kamarmu lalu jam 10:00 nanti kita bertemu di taman sekolah, kau setuju?” tanya Kaito semangat. Miku pun membalasnya dengan anggukan bersemangat, “ya! Aku mau!”

“tapi… jika kau kembali ke kamarmu… Rinto…?” kini Kaito terlihat khawatir. “tenang saja, aku tak apa – apa! Tenanglah, kalau begitu aku pergi dulu.” Miku pun keluar dari kamar Kaito. Setelah berjalan beberapa menit, Miku pun sampai di depan kamarnya.

‘ugh… semoga Rinto tidak ada di dalam.’ Mohon Miku. Miku pun membuka pintu kamarnya dan…

CKLEK…

Dia melihat Rinto yang kini tengah terlelap. ‘ugh… doaku tidak terkabul.’ Batin Miku dongkol. Miku pun berjalan perlahan ke arah kamar mandi dan mengambil beberapa lembar baju. 10 menit kemudian, Miku pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju biru bergambar negi dan rok pendek selutut berwarna hijau.

Miku menatap Rinto dengan tatapan sinis, “cih… dasar pemalas.” decih Miku. Tiba – tiba sebuah ide melintas di kepalanya. “huihihihi… kau…” Miku segera melancarkan apa yang dipikirkan otaknya. Miku segera mengambil gulingnya dan berdiri di samping Rinto. “dasar gak peka! Ini dia balasan untukmu! Rasakan ini dasar bocah pemalas! HEEAAAA!” Miku pun mengayunkan gulingnya sekuat tenaga dan…

BRUAG!

“ARG… ITAI!!”

Guling itu tepat mengenai perut Rinto. “nyeh… nyeh… nyeh… dasar pemalas, cepat bangun! Kau kira ini jam berapa huh?!” tanya Miku dengan kasar. Rinto pun duduk dan menggosok matanya lalu menguap lebar, “hoaaam… ini jam 06:00 kan.” Jawab Rinto asal.

“jam 06:00 apaan? Ini sudah jam 08:00 tahu!” seru Miku sambil memukul kepala Rinto pelan. “apaan sih, Cuma jam 08:00 aja kok repot banget sih. Minggir sana, aku mau mandi.” Ujar Rinto sambil mengambil baju dan handuknya lalu berjalan ke kamar mandi.

Miku mendudukan dirinya dan memeluk gulingnya erat. Miku tak percaya, dia bisa bicara seperti biasa kepada Rinto. Miku pun terseyum lebar sambil menggosok air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Bukan air mata kesedihan, tapi air mata senang. “syukurlah… syukurlah…” air mata Miku pun berjatuhan membasahi gulingnya.

CKLEK…

Rinto pun keluar dari kamar mandi dan terlihat sangat terkejut saat melihat Miku menangis. Rinto pun segera berlari menghampiri Miku, “kau… kau kenapa? Siapa yang menyakitimu? Bilang saja! Akan kupukul orang itu!” seru Rinto sambil memasang kuda – kuda bertarung. “hihihi… kamu apaan sih? Aku menangis karena senang tahu.” Ucap Miku sambil menghapus air matanya.

“A… Apa?” Rinto terlihat heran. “aku menangis begini karena kamu!” seru Miku sambil menunjuk Rinto. Rinto mengangkat kedua tangannya, “Heh?! Kenapa aku? apa salahku?” tanya Rinto bertubi – tubi. Miku mendekat ke arah telinga Rinto dan berbisik,  “ra-ha-sia.”

Miku pun menjauh dan tersenyum penuh arti. “eeeh… Miku, kasih tahu dong. Kamu tahu kan kalo aku gak suka main rahasia – rahasiaan.” Ujar Rinto dengan pupy eyes. “ugh… tidak bisa! Aku tidak akan memberitahukanmu!” seru Miku sambil menutup kedua matanya, dia paling tidak tahan melihat pupy eyes Rinto.

Rinto pun cemberut dan mendudukan dirinya di samping Miku, “kau pelit! Ao ya, Miku dengar deh! Aku dan Rin sudah pacaran!” seru Rinto sambil tersenyum lebar.

ZKIT…

Ini yang tidak mau Miku dengar. “eeeh… benarkah… se… selamat.” Ucap Miku sambil tersenyum kecil. Kau tahu senyum itu? Itu senyum palsu. “hehehe… dank au? Apakah kau juga punya pacar Miku? pasti tidak punya kan?! Bilang saja, jangan malu – malu.” Ucap Rinto sambil menyenggol – nyenggol badan Miku.

Selintas, wajah Kaito terlintas di benak Miku.

BLUSH…

Wajah Miku pun memerah. “a… aku sudah punya kok!” seru Miku tiba – tiba sambil berdiri di depan Rinto dan menunjuk wajah Rinto. Rinto terlihat sedikit terkejut, “siapa?” tanya Rinto cepat. Miku menundukan kepalanya dan menjawab dengan malu – malu, “Ka… Kaito.”

“Waaaah… selamat! Aku tak menyangka kalau kalian berdua akan pacaran.” Rinto tersenyum lebar sembari bertepuk tangan. Bukan senyum palsu, melainkan senyum tulus. “ya, terima kasih.” Entah kenapa, Miku merasa sedikit kecewa. “oh ya, semalam kamu gak tidur di kamar. Kamu tidur di mana semalam?” tanya Rinto dengan wajah serius.

DEG

‘uh oh, gawat!’

“ngg… itu… aku… aku tidur di kamar Kaito.” Jawab Miku ragu, Miku pun mundur beberapa langkah dan duduk di tempat tidurnya. Rinto mendelikan matanya, “AP… APA?! KAMU INI! PADAHAL BARU PACARN TAPI SUDAH… HMP…” Miku segera membekap mulut Rinto, “grr… kau ini bisa diam gak sih?! Mau kutonjok huh?!” ancam Miku sambil mencubit pipi Rinto gemas.

“bhaaafkan akfuuh… (maafkan aku)…” sesal Rinto. Miku pun tersenyum kecil,  “anak baik.” Miku segera melepas bekapan tangannya di mulut Rinto. “phuaaah… tapi Miku, kenapa kau ada di kamar Kaito?” tanya Rinto to the point. “itu… karena semalam aku menangis di pelukan Kaito… karena lelah, aku pun tertidur, jadi dia menggendongku sampai di kamarnya dan menidurkanku di sana.” Jelas Miku dengan wajah merah.

“hmm…kenapa…” Miku segera menutup mulut Rinto, “stop! Jangan tanya apa – apa lagi.”

Rinto pun cemberut, “iya deh. Hei, hari pertama tahun baru nanti mau ke kuil sama – sama?” tanya Rinto sambil menarik Miku agar duduk di sampingnya. “sama – sama?” ulang Miku. “maksudku… aku dan Rin, kau dan Kaito.” Jelas Rinto sambil tersenyum.

“tentu saja, aku akan bilang pada Kaito nanti.” Jawab Miku tersenyum kecut. “aku sudah tak sabar lagi!” seru Rinto senang.

ZKIT

“ya… aku juga sudah tak sabar.”

BERSAMBUNG

A/N  :


      Fhoooo~ Done! Kelar sudah chapter 26. Semakin ke sini, ceritanya semakin membingungkan. Endingnya pun masih misteri. Tolong saranya minna^^

KYODO HATSUGEN ACADEMY chapter 25

KYODO HATSUGEN ACADEMY
CHAPTER 25  : Kurasa… ini adalah pilihan yang tepat…
A  VOCALOID  FANFICTION
AUTHOR  : ANGELIA GIGI
GENRE  : FRIENDSHIP, FANTASY, ROMANCE(?)
CHARA  : ALL VOCALOID
RATE  :  T
LENGTH  :  CHAPTERED
.
.
.
CERITA SEBELUMNYA  :

            Pertunjukan berjalan dengan sempurna. Miku dan Rinto merasa sangat puas. Akan tetapi… karena insiden jatuh itu, sebuah perasaan aneh muncul di dalam hati Miku. Perasaan yang tak mampu lagi Miku tahan, yaitu perasaan… Jatuh cinta.

.
.
.

                        AUTHOR  : Angelia Gigi
                                             DISCLAIMER  :
                                    VOCALOID © YAMAHA CORP
                                    KYODO HATSUGEN ACADEMY

.
.
.

“A… apa? Maaf aku tidak dengar apa yang kau ucapkan tadi, tolong ulangi sekali lagi.” Pinta Rinto sambil mendekatkan telinganya pada Miku. Aura gelap mulai mengelilingi Miku, ‘grrr… orang ini! Sudah kukatakan dengan susah payah tapi dia malah tidak mendengarnya… dasar!’ batin Miku kesal. “tolong ulangi sekali lagi, ayo bisikan di telingaku.” Mohon Rinto sambil mendekatkan telinganya pada Miku.

Miku yang kesal pun menarik telinga Rinto, “KAU ITU ORANG YANG SANGAT MENYEBALKAN!!!” teriak Miku di telinga Rinto. “adududuh… sakit!” keluh Rinto sambil memegang telinganya. “aku benci padamu! Benci! Benci!” seru Miku dan langsung berlari meninggalkan Rinto sendirian.

“Miku!”

Terdengar panggilan Rinto dari kejauhan. Tetapi Miku tak memperdulikannya dan terus berlari meninggalkan Rinto yang diam membeku.

“maaf Miku, aku benar – benar tak mendengar apa yang kau katakan tadi.”

.
.
.

“argh…! Menyebalkan! Menyebalkan! Dasar gak peka! Benci! Benci!” rutuk Miku kesal sambil berjongkok dan menarik – narik rambutnya frustasi. Miku kini sedang berada di balik pohon natal, meringkuk seperti kucing di situ.

ZRAK

Miku terkaget saat melihat Rin dan Rinto berjalan ke arahnya. Dengan sesegera mungkin, Miku pun mundur beberapa langkah.

“Rin, tunggu… tolong dengarkan aku.” Rinto terlihat menahan tangan Rin. “ada apa? Tolong katakan dengan cepat, aku harus pergi.” Ucap Rin sambil melepaskan tangan Rinto.

“ngg… begini, aku ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Rinto serius, terlihat semburat merah mulai menghiasi pipinya.
“A… aku suka padamu.”

TES…

Setitik air mata mengalir di pipi Miku. ‘A… apa?!’

Rin terlihat terkejut dengan pengakuan Rinto itu, “Rinto… sejak kapan?”

Miku menutup telinganya dan menggelengkan kepalanya kuat, ‘kumohon… jangan jawab itu Rinto! Aku tidak mau mendengarnya!’ batin Miku. Air mata mengalir semakin banyak di pipi Miku.

“sejak kita datang pertama kali di sini. Jadi… kau mau jadi pacarku?”

Miku menggelengkan kepalanya dan terus memohon, ‘kumohon Rin, kumohon, tolak dia, kumohon.’

“a… aku mau.”

DEG…

Miku tak tahan lagi. Secepat kilat, Miku pun berlari meninggalkan tempat itu dan terus berlari.

BLAK

Miku membuka pintu perpustakaan dengan kasar. “huhuhuhu… hiks… hiks…” Miku mulai menangis tersedu di dalam perpustakaan sambil memeluk lututnya dan bersandar di salah satu rak buku. Perpustakaan yang sepi dan gelap itu dipenuhi oleh suara tangisan Miku. “hiks… kenapa? Hiks… cinta ini… hiks… cinta pertama ini harus kuapakan?... hiks…” Miku menangis tersedu sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.

“Miku?”

Miku segera mengangkat kepalanya saat  mendengar ada yang memanggilnya. “Ka… Kaito, kenapa kau ada di sini?” Miku segera menghapus air matanya dan berdiri. “kenapa kau menangis di sini?” tanya Kaito khawatir, Kaito pun segera mendekati Miku dan menghapus air mata Miku. Miku mendorong Kaito pelan, “aku gak apa – apa kok! Lihat nih, aku tersenyum kan!” seru Miku sambil memperlihatkan senyum terbaiknya.

“kau memang bisa membohongi orang lain dengan senyum itu, tapi tidak denganku,” ucap Kaito sambil memegang kedua pipi Miku “jangan tahan itu, keluarkanlah.” Miku tak mampu menahan air matanya lagi, “Huaaaaaaaaa… aku benci dia!!”

Kaito pun memeluk Miku erat. “katakan padaku apa yang terjadi.” Pinta Kaito lembut sembari menepuk punggung Miku pelan. “hiks… hiks… aku… aku menyukai Rinto… hiks… hiks… tapi… hiks tadi aku melihat… Rinto… hiks…. Menyatakan cintanya pada… Rin… Huaaaa… cinta pertama ini… harus kuapakan? Hiks…” tangis Miku sambil memeluk Kaito erat.

Kaito melepaskan pelukanya pada Miku, “hei… tatap mataku.” Pinta Kaito. Miku pun menengadahkan kepalanya dan menatap mata Kaito, “lupakan saja si kuning itu, pilih saja aku. Aku akan menjagamu, membuatmu bahagia di setiap saat, membuatmu selalu tertawa dan hati ini… hati ini, semua bagian diriku adalah milikmu.” Ujar Kaito sambil menghapus air mata Miku.

“ku… kurasa ini bukan waktu yang…”

Kaito segera menutup mulut Miku. “Miku Hatsune, aku benar – benar jatuh cinta padamu.”

DEG… DEG… DEG…

Miku terdiam sejenak, pikirannya melayang, perkataan Kaito tadi mampu membuat dirinya membeku. “Miku, apa jawabanmu?” tanya Kaito mengagetkan Miku.

“hei, kau berjanji takkan membuat diriku menangis, sedih dan marah?” tanya Miku sambil memegang tangan Kaito. Kaito tersenyum pasti, “tentu saja.” Miku tersenyum kecil, “dan kau berjanji hanya akan membuatku tertawa, tersenyum dan selalu jatuh cinta padamu?”

Kaito tersenyum kecil, “tentu, untukmu Ohime – sama.”

Miku memegangi dadanya yang berdebar, ‘kurasa ini… adalah pilihan yang tepat.’

“kalau begitu… aku mau jadi pacarmu…”

BERSAMBUNG

A/N  :
           

FUUUUAAAAAH… akhirnya Gigi dapat bernafas lega, chapter 25 beres!! Tapi, semakin kesini ceritanya semakin rumit, Gigi sering kali gak dapet ide, jadi maaf kalo ceritanya sering tersendat – sendat. Gigi sangat membutuhkan kritik dan saran, so… comment please^^